09 Agustus 2009

Mengenang WS Rendra

Kepergian Wahyu Sulaiman Rendra merupakan kehilangan besar tak hanya bagi Dunia Seni Indonesia, tetapi juga bagi seluruh anak-anak negeri yang pernah mengenalnya, setidaknya lewat puisi-puisinya yang sarat makna. Untuk itulah dilaman ini saya hendak mengabadikan kenangan perkenalan saya sewaktu masih di Jogja dengan WS Rendra lewat puisi-puisinya....

#

Sajak Orang Kepanasan*


Karena kami makan akar
dan terigu menumpuk di gudangmu
Karena kami hidup berhimpitan
dan ruangmu berlebihan
maka kami bukan sekutu

Karena kami kucel
dan kamu gemerlapan
Karena kami sumpek
dan kamu mengunci pintu
maka kami mencurigaimu

Karena kami telantar di jalan
dan kamu memiliki semua keteduhan
Karena kami kebanjiran
dan kamu berpesta di kapal pesiar
maka kami tidak menyukaimu

Karena kami dibungkam
dan kamu nyerocos bicara
Karena kami diancam
dan kamu memaksakan kekuasaan
maka kami bilang TIDAK kepadamu

Karena kami tidak boleh memilih
dan kamu bebas berencana
Karena kami semua bersandal
dan kamu bebas memakai senapan
Karena kami harus sopan
dan kamu punya penjara
maka TIDAK dan TIDAK kepadamu

Karena kami arus kali
dan kamu batu tanpa hati
maka air akan mengikis batu

UI - Salemba, 1 Desember 1979


##


Sajak Sebatang Lisong

Menghisap sebatang lisong
melihat Indonesia Raya
mendengar 130 juta rakyat
dan di langit
dua tiga cukong mengangkang
berak di atas kepala mereka
matahari terbit
fajar tiba
dan aku melihat delapan juta kanak - kanak
tanpa pendidikan
aku bertanya
tetapi pertanyaan - pertanyaanku
membentur meja kekuasaan yang macet
dan papantulis - papantulis para pendidik
yang terlepas dari persoalan kehidupan
delapan juta kanak - kanak
menghadapi satu jalan panjang
tanpa pilihan
tanpa pepohonan
tanpa dangau persinggahan
tanpa ada bayangan ujungnya
……………………..
menghisap udara
yang disemprot deodorant
aku melihat sarjana - sarjana menganggur
berpeluh di jalan raya
aku melihat wanita bunting
antri uang pensiunan
dan di langit
para teknokrat berkata :
bahwa bangsa kita adalah malas
bahwa bangsa mesti dibangun
mesti di up-grade
disesuaikan dengan teknologi yang diimpor
gunung - gunung menjulang
langit pesta warna di dalam senjakala
dan aku melihat
protes - protes yang terpendam
terhimpit di bawah tilam
aku bertanya
tetapi pertanyaanku
membentur jidat penyair - penyair salon
yang bersajak tentang anggur dan rembulan
sementara ketidak adilan terjadi disampingnya
dan delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan
termangu - mangu di kaki dewi kesenian
bunga - bunga bangsa tahun depan
berkunang - kunang pandang matanya
di bawah iklan berlampu neon
berjuta - juta harapan ibu dan bapak
menjadi gemalau suara yang kacau
menjadi karang di bawah muka samodra
……………………………
kita mesti berhenti membeli rumus - rumus asing
diktat - diktat hanya boleh memberi metode
tetapi kita sendiri mesti merumuskan keadaan
kita mesti keluar ke jalan raya
keluar ke desa - desa
mencatat sendiri semua gejala
dan menghayati persoalan yang nyata
inilah sajakku
pamplet masa darurat
apakah artinya kesenian
bila terpisah dari derita lingkungan
apakah artinya berpikir
bila terpisah dari masalah kehidupan

ITB - Bandung, 19 Agustus 1978

##

Selamat Jalan dan hormat saya Bung Rendra



Lanjut Membaca “Mengenang WS Rendra”  »»

11 Juli 2009

Roket RX-420

Meskipun agak terlambat, perkenankan saya untuk mengucapkan selamat, salut dan hormat setinggi2nya atas keberhasilan LAPAN meluncurkan roket berbahan bakar padat RX-420 pada Kamis 2 Juli 2009 silam di Instalasi Uji terbang LAPAN, Pameungpeuk, Jawa Barat.

Roket RX-420 memiliki panjang 6,2 meter, diameter 42 cm dan mampu meluncur hingga ketinggian 53 km dengan jarak tempuh 101 km pada kecepatan 4,5 kali kecepatan suara (supersonik) pada daya 100 ton detik. Roket memiliki massa 1.000 kg dengan waktu pembakaran 13 detik, waktu terbang 205 detik, dengan bahan bakar komposit (kemungkinan HTPB/hidroxy terminated poly butadiene dengan ammonium perchlorate) dan muatan GPS, diagnostik, altimeter, akselerator 3-sumbu, prosesor dan baterei.

Roket RX-420 rencananya akan digunakan sebagai roket pendorong (booster) untuk sistem pengorbit satelit dengan roket utama RPS-1 (atau Pengorbitan-1) yang sedang dikembangkan LAPAN dan direncanakan akan diluncurkan pada 2014 mendatang. Dengan RPS-1 ini maka Indonesia tak perlu bergantung lagi kepada kendaraan peluncur antariksa mancanegara guna menempatkan satelitnya ke orbit.

Setahu saya, pengembangan teknologi roket yang dinamai RX-420 oleh LAPAN baru dimulai beberapa tahun lalu dengan daya jangkau hanya beberapa kilo meter saja. Jadi dengan hasil peluncuran kemarin yang mampu menjangkau jarak 101 KM merupakan kemajuan yang luar biasa dan layak untuk di apresiasi. Jika trend pengembangan teknologi roket ini berjalan simetris, maka dalam waktu 5-7 tahun lagi, daya jangkaunya bias mencapai 1000 KM. Sebuah jarak yang lebih dari cukup untuk menjangkau Kualalumpur-Malaysia… hihihi..

Bravo buat LAPAN..!!

Lanjut Membaca “Roket RX-420”  »»

22 Maret 2009

Joko Triyono, Guru Pencipta Virtual Gamelan

Salut dan hormat yang setinggi-tingginya buat Pak Joko Tryono, guru kesenian saya sewaktu masa SMU atas prestasi dan karya inovatifnya berupa virtual gamelan. Seingat saya, cara mengajarnya yang sabar, gigih memotivasi dan nyentrik, tidak akan mudah dilupakan setiap murid yang pernah dibimbingnya. Sekadar bernostalgia, saya sangat terkesan dengan cara beliau mengajar. Bayangkan, hanya dalam satu kali pertemuan, kami para muridnya bisa melantuntan lagu “perahu layar” dengan diiringi alunan gamelan lengkap. Lebih dari semua adalah keriangan beliau yang tak berkurang sedikitpun sewaktu mengajar meski tiap hari harus mengayuh sepeda “onthel” menuju sekolah yang dikelilingi areal persawahan….

Saya tunggu kabar gembira lainnya atas inovasi dan kreasi yang dihasilkan. Bravo buat Pak Joko Triyono..!

Berikut saya postingkan artikel yang memuat sosok pak Joko Triyono diharian KOMPAS.

#

3249249pEsensi nilai suatu permainan sejatinya tak perlu hilang, tetapi medianya bisa berubah. Prinsip itulah yang menjadi dasar pijakan bagi Joko Triyono dalam menciptakan program virtual gamelan di komputer yang menjadi media pembelajaran kesenian di SMA Negeri Prembun, Kebumen, Jawa Tengah. ”Medianya yang berubah, dari alat gamelan asli ke komputer,” ucapnya.

Virtual gamelan buatan Joko, guru kesenian di SMA Negeri Prembun itu, menarik. Permainan gamelan yang biasanya menggunakan alat musik gamelan yang berbentuk besar dan membutuhkan ruangan luas dia pindahkan ke program Flash Macromedia berukuran 3,5 megabyte.

Alat yang dibutuhkan cukup laptop atau komputer kerja dan tempat untuk memainkannya pun bisa menggunakan meja belajar.

Program virtual gamelan itu bisa dibawa ke mana saja dengan menyimpannya dalam kartu memori, seperti di USB flash disc yang besarnya cuma seruas jari. Orang tak perlu repot membawa seperangkat gamelan untuk memainkan karawitan.

Menurut Joko, program itu menolong siswa untuk mengembangkan minat dan kemampuan mereka membangun kerja sama. Terlebih, program virtual gamelan itu berbasis komputer yang digandrungi para remaja. Utamanya untuk permainan virtual, seperti game online yang sudah menjamur sampai ke desa.

Kegandrungan remaja pada permainan virtual telah mengubah perilaku mereka menjadi lebih individual. Kaum muda menjadi kurang diasah kemampuan bermain atau kerja sama dalam kelompok.

Namun, dengan virtual gamelan kaum muda tetap bisa mengikuti permainan berbasis komputer yang lebih mengandalkan keterampilan jari. Bersamaan dengan itu, mereka pun belajar bekerja sama dengan teman satu kelompok karena harmonisasi musik dalam karawitan hanya bisa tercipta lewat kerja sama kelompok.

Sejak 2006

Sebetulnya Joko sudah memperkenalkan virtual gamelan sejak tahun 2006. Ciptaannya itu berhasil menggondol medali perak dan perunggu untuk karya cipta guru yang diselenggarakan Departemen Pendidikan.

Namun, karena Joko tak memublikasikan ciptaannya secara luas, karyanya itu kurang dikenal. Sejak 2007 sampai kini ia bersama siswanya baru tiga kali tampil memainkan orkestra karawitan virtual gamelan. Itu pun hanya di Semarang.

Alasannya, pihak sekolah ingin agar program musik tradisional versi digital itu dapat digunakan semaksimal mungkin untuk pengembangan bakat siswa.Alasan lain, kata Joko, ia belum memperoleh perangkat lunak dengan harga terjangkau untuk melindungi ciptaannya dari pembajakan.

Pernah seorang kolega menawarkan perangkat lunak itu, tetapi harganya mencapai Rp 3 juta. ”Saya belum mampu kalau sampai Rp 3 juta. Nanti saja, menunggu kalau ada yang lebih murah,” katanya .

Ketertarikan Joko menciptakan virtual gamelan berawal dari rasa prihatin terhadap kendala klise pengadaan perangkat gamelan di sekolah yang selalu terbentur pada keterbatasan dana pendidikan.

”Padahal, kita tahu, gamelan merupakan bagian dari kurikulum. Namun, murid tak bisa memainkannya karena tak ada alatnya,” tuturnya.

Dalam tiga bulan

Joko dan istrinya, Sri Jatmawati, pada awal 2006 mencoba merekam semua alat musik karawitan dalam versi digital. Peralatan gamelan yang digunakan merekam dia pinjam dari sekolah dasar di dekat rumahnya di Desa Kabekelan, Kecamatan Prembun, Kebumen, Jateng.

Perekaman suara dilakukan satu per satu. Joko dan istrinya serius melakukan pekerjaan ”besar ” ini. Perekaman suara instrumen alat musik karawitan itu bisa selesai dalam tiga bulan.

Keterampilan Joko di bidang multimedia mendukung misinya merekam semua alat musik karawitan ke dalam versi digital hingga menghasilkan virtual gamelan dalam program Flash Macromedia.

”Saya memang suka utak-atik program komputer. Terlebih karena multimedia memberikan ruang cukup luas untuk kegiatan apa saja,” katanya .

Dalam penyusunan program tersebut, Joko melalui dua tahap. Program itu disusun atas beberapa materi, yakni perbandingan musik, partitur pelog dan slendro, permainan gamelan yang dinamai orkestra, serta kuis gamelan yang dinamai game. Ukuran program yang terbuat pun mencapai 8 megabyte.

Karya pertama dia itulah yang diajukan dalam lomba karya cipta guru Depdiknas pada pertengahan 2006 dan meraih medali perunggu.

Namun, karena mulai banyak kalangan yang tertarik dengan ciptaannya, Joko kemudian menyederhanakannya menjadi sebuah program musik tradisional karawitan dengan hanya memuat materi orkestra dan game. Program virtual gamelan buatannya itu hanya berukuran 3,5 megabyte atau sekitar separuh lebih kecil dari program buatan Joko yang pertama.

”Penyederhanaan ini juga saya lakukan supaya materi yang ditampilkan tidak terlalu rumit. Yang terpenting, anak-anak tetap bisa bermain gamelan dan mengenal gamelan lewat game,” ujarnya.

Kolintang dan angklung

Joko juga tengah ditugaskan Depdiknas untuk mempelajari dan mentransfer permainan musik tradisional kolintang dan angklung ke dalam programmultimedia. Sementara itu, hampir setiap minggu dia juga sibuk memberikan ceramah pada sejumlah seminar di Yogyakarta dan beberapa kabupaten di Jateng terkait pembelajaran lewat multimedia.

Selain mengembangkan permainan alat musik tradisional, ia juga aktif mengembangkan beberapa materi pembelajaran dalam program multimedia. Joko sudah menciptakan lima program pembelajaran multimedia untuk pelajaran Biologi, Sosiologi, Geografi, tata surya, dan proses letusan gunung berapi.

Semua program itu menampilkan visualisasi dari setiap materi pelajaran yang selama ini hanya bisa diperoleh lewat bacaan. ”Banyak hal abstrak dari setiap materi pelajaran yang perlu divisualisasikan sehingga siswa tak salah tafsir,” katanya.

Meski semua hasil karyanya sudah dipatenkan, lagi-lagi karena keterbatasan dana untuk membeli perangkat lunak guna melindungi ciptaannya dari pembajakan, Joko belum bersedia memublikasikan karyanya kepada masyarakat luas.

”Sementara ini biar program ciptaan saya itu dipakai untuk anak didik saya saja,” ucapnya .

Joko berharap kendala yang dihadapinya itu menjadi perhatian Pemprov Jateng. Ini agar pendidikan di Jateng tidak lagi mengalami kekurangan prasarana.

Sumber; KOMPAS, Sabtu, 21 Maret 2009

Lanjut Membaca “Joko Triyono, Guru Pencipta Virtual Gamelan”  »»

29 November 2008

Akhirnya Aulia Pohan, dkk Ditahan KPK

Akhirnya pada hari kamis (27 Nov 2008), KPK mengakhiri spekulasi masyarakat yang bernada skeptis terhadap penanganan korupsi aliran dana Bank Indonesia yang melibatkan Aulia Tantowi Pohan, dkk, yang notabene adalah keluarga dekat (besan) presiden SBY, dengan melakukan penahanan terhadapnya. Sikap skeptis masyarakat ini wajar mengingat bahwa tradisi penegakan hukum yang terbaca dimata publik selama ini masih tebang pilih. Hanya mereka yang sudah tidak mempunyai kekuasaan lagi yang bisa diseret ke penjara, atau hanya mereka yang sudah jauh dari kekuasaan politik dan kekuasaan modal.

Tentu ini akan menjadi preseden yang baik untuk masa yang akan datang, bahwa siapapun pelaku yang melakukan pelanggaran pidana harus diperlakukan sebagaimana pesakitan hukum lainnya. Hal ini juga akan membawa pesan bahwa penegakkan hukum dilakukan dengan tidak memandang bulu, bahkan bagi orang-orang terdekat dari presiden sekalipun.

Hari ini, kita sebagai bagian dari masyarakat yang selama ini menunggu hasil kongkrit dari kinerja KPK dalam memberantas kangker sosial bernama korupsi dinegeri ini, sudah sepantasnya secara tulus mengangkat topi kehormatan bagi kinerja KPK yang sampai sejauh ini telah melakukan penahanan atas tersangka korupsi berjamaah aliran dana BI; Aulia Pohan, dkk.

Penghormatan atas kinerja KPK ini tentu saja terlepas dari spekulasi sebagian dari maysarakat yang justru melihat episode penahanan Aulia Pohan ini sebagai bagian dari strategi dan intrik politik SBY dalam “kampanye” membangun dan sekaligus menjaga citra publik yang positif bagi kepopuleran SBY demi memenangi kontestasi meraih lagi posisi RI-1 ditahun 2009.

Ditengah simulakra dan kesimpangsiuran persepsi publik tersebut, tentu kita harus meletakkan penilaian atas kinerja KPK kedalam proposisi yang objektif, yaitu dengan melihatnya dari kacamata murni penegakkan hukum, dan mengesampingkan anasir politisnya. Untuk itu KPK masih harus membuktikan kepada publik bahwa adegan-adegan dalam penanganan kasus aliran dana BI yang melibatkan kerabat dekat istana adalah murni bagian dari strategi penanganan kasus korupsi aliran dana BI dan bukan bagian dari skenario diluar KPK.

Mari kita tunggu dan saksikan dengan seksama babak akhir dari korupsi berjamaah aliran dana Bank Indonesia ini…..

BRAVO KPK...!
GO AHEAD KPK...!

Lanjut Membaca “Akhirnya Aulia Pohan, dkk Ditahan KPK”  »»